fernandabastian.com – sobat edukasi, apakah kamu seorang akademisi yang mencari metode belajar yang cocok dengan kurikulum merdeka? maka artikel ini akan berikan solusinya. Pada artikel kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai pembelajaran case method untuk kurikulum merdeka.
Ada dua jenis pembelajaran yang di sarankan oleh Kemendikbud agar di gunakan di kurikulum merdeka, yaitu pembelajaran case method dan team base project. Kedua pembelajaran ini cocok untuk di gunakan dalam kurikulum merdeka karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. sehingga pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai pembelajaran case method. jadi simak penjelasan lengkapnya.
A. Pengertian Case Method

Case method adalah suatu teknik pengajaran yang melibatkan pemecahan masalah di dalam sebuah situasi yang menyerupai kasus nyata (case). Dalam pembelajaran dengan metode ini, peserta didik diberikan sebuah kasus nyata yang mengandung sebuah masalah atau tantangan, dan diharapkan untuk mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Metode ini juga membantu peserta didik memperoleh pemahaman dari kasus melalui pemikiran kritis, kolaborasi, dan komunikasi.
Baca juga: CARA BUAT MATERI AJAR YANG MENARIK UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA
Selain itu menurut Werdiningsih et. al (2021) dalam buku pembelajaran aktif dengan case method bahwa Case Method atau yang di kenal dengan metode kasus adalah pendekatan pembelajaran partisipatif yang menggunakan percakapan atau diskusi untuk memecahkan masalah. Penggunaan strategi ini akan mempertajam dan memperkuat kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, Kerja tim dan kreativitas.
B. Karakteristik Case Method
Dalam (Kemendikbud, 2020) ada beberapa kriteria pembelajaran case method di antaranya:
1. Peserta didik berperan sebagai “protagonis” (pemeran utama) yang berusaha untuk memecahkan kasus
2. Peserta didik melakukan analisis terhadap kasus untuk memberi solusi, rekomendasi solusi dengan diskusi kelompok untuk menguji dan mengembangkan rancangan solusi
3. Peserta didik berdiskusi secara aktif,
4. Guru berperan sebagai fasilitator yang bertugas mengobservasi, memberi pertanyaan, dan mengarahkan diskusi
C. Langkah-Langkah Pembelajaran Case Method
Di jelaskan pula oleh Dr. Nofrion, M. Pd (2022) selaku kepala LP3M Universitas Negeri Padang bahwa ada beberapa langkah dalam pembelajaran Case Method di antaranya yaitu:
1. Pendidik menyiapkan bahan ajar yang diperlukan siswa untuk membahas kasus, merumuskan ide/gagasan/solusi dan mencapai Sub materi
2. Pendidik menyiapkan kasus yang relevan dengan pencapaian Sub materi
3. Siswa secara mandiri (individual activity) mempelajari bahan ajar/referensi yang telah disediakan pendidik di LMS dan membuat ringkasan/kata kunci/pokok materi.
4. Pendidik membuka perkuliahan (orientasi, apersepsi, motivasi).
5. Pendidik membagi siswa ke dalam kelompok (4 orang per kelompok berdasarkan pertimbangan heterogenitas).
6. Pendidik menampilkan/membagikan “case”. Bentuk kasus yang diberikan bisa dalam bentuk video/foto/berita/artikel/esai/laporan/narasi dan lain-lain

7. Pendidik menjelaskan kegiatan dalam kelompok dan aspek yang dinilai yaitu partisipasi siswa dalam kelompok/kelas saat membahas kasus dan melahirkan gagasan/solusi.
8. Siswa membahas kasus dalam kelompok. Durasi pembahasan kasus diatur oleh pendidik dengan memperhatikan waktu yang tersedia.
9. Pendidik mengobservasi aktivitas di dalam kelompok
10. Setelah waktu pembahasan kasus di dalam kelompok selesai maka pendidik meminta siswa menyampaikan ide/gagasan/solusinya.
11. Pendidik memperhatikan durasi siswa mempresentasikan ide/gagasan/solusinya (IGAS). Jika waktu telah habis maka presentasi dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.
Artikel terkait: CONTOH PEMBELAJARAN CASE METHOD DALAM FISIKA DENGAN MEDIA KONVENSIONAL
D. Manfaat Case Method
Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan case method antara lain:
1. Kemampuan analisis dan evaluasi
Pada pembelajaran Case method dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis situasi, dan mengevaluasi opsi yang ada. Peserta didik di harapkan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi yang tersedia, dan mengevaluasi opsi yang ada sebelum mengambil keputusan.
2. Kemampuan berpikir kritis
Dalam case method, peserta didik di hadapkan pada situasi yang kompleks dan sulit, sehingga mereka harus menggunakan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tantangan.
3. Kemampuan bekerja sama
Dalam pembelajaran dengan metode ini, peserta didik bekerja secara tim untuk menganalisis kasus, dan mencari solusi. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan bekerja sama dan kolaborasi.
4. Peningkatan pemahaman terhadap situasi nyata
Dengan menggunakan kasus nyata, peserta didik dapat memahami lebih baik tentang situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan, sehingga mereka siap untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.
5. Pengembangan kemampuan presentasi dan komunikasi
Peserta didik diharapkan untuk mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka kepada kelompok atau kelas. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan presentasi dan komunikasi mereka.
Sebagai kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan case method dapat di gunakan di berbagai bidang, seperti bisnis, hukum, kesehatan, teknologi, dan lain-lain. selain itu, Metode ini memungkinkan peserta didik untuk belajar dari pengalaman nyata dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.
E. Informasi Tambahan
Penulis berharap melalui artikel di website ini bisa memberi manfaat kepada orang-orang yang ingin produktif. Juga Bisa membantu mereka yang membutuhkan pengetahuan baru untuk lebih berkembang dari sisi teknologi. Serta bisa membantu sobat sekalian dalam sisi pekerjaan.
Demikian artikel tentang pembelajaran case method untuk kurikulum merdeka, jika ada saran atau komentar silakan klik kontak us atau berkomentar di bawah postingan ini. Untuk Artikel lainnya mengenai tutorial produktif atau tutorial kreatif silakan kunjungi fernandabastian.com. Semoga bermanfaat, salam edukasi.
Referensi:
1. Kemendikbud. 2020. Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 754 lPl/2O2O. : 4
2. Nofrion, N. (2022). PENERAPAN CASE METHOD DAN TEAM BASED PROJECT DALAM PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI. https://osf.io
3. Werdiningsih, Dyah. 2021. Pembelajaran Aktif Dengan Case Method. Malang: Literasi Nusarantara Abadi



