-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS
Diskon Up to 75% Template PPT !!!
8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka

8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013

Fernandabastian.com – Istilah baru dalam kurikulum merdeka. Sobat edu, setelah pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka ada beberapa istilah baru yang harus kamu tahu. Nah untuk itu, Pada artikel kali ini kami akan membahas 8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013 . Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut.

A. Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Belajar

8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka
Istilah baru dalam Kurikulum merdeka

Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2022 mencakup beberapa istilah baru yang tidak ada dalam kurikulum 2013. Istilah-istilah baru dan populer ini akan sering di temui oleh guru dalam penyusunan dan implementasi Kurikulum 2022. Berikut beberapa istilah baru dalam Kurikulum 2022 yang tidak ada pada kurikulum 2013:

Artikel terkait: Pembelajaran Case Method Untuk Kurikulum Merdeka

1. Peta Kompetensi

Peta kompetensi adalah salah satu istilah baru yang diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka. Ini adalah alat yang digunakan untuk membantu siswa memahami kemampuan dan keterampilan apa yang harus mereka capai dalam proses belajar. Dalam peta kompetensi, siswa akan melihat tujuan akhir dari pembelajaran dan tingkat keberhasilan yang harus dicapai pada setiap tahapnya.

2. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Hasil Belajar menggantikan KI dan KD pada kurikulum 2013. Mereka mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai keseluruhan proses yang berkelanjutan dan berkelanjutan, membangun kompetensi yang komprehensif.

Dalam format CP, tidak ada lagi pemisahan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap seperti dalam KI dan KD, tetapi penggabungan dan integrasi ke dalam satu paragraf lengkap.

Hasil Belajar untuk Setiap Fase: Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi umum. Selanjutnya dipecah menjadi hasil belajar sesuai dengan unsur-unsur yang di petakan berdasarkan perkembangan siswa. Pembagian fase dalam CP dapat di ilustrasikan sebagai berikut:

  1. Tahap A: Umumnya untuk SD kelas 1-2
  2. Tahap B: Umumnya untuk SD kelas 3-4
  3. Tahap C: Umumnya untuk SD kelas 5-6
  4. Tahap D: Umumnya untuk SMP kelas 7-9
  5. Tahap E: Umumnya untuk kelas 10 SMA

Untuk SLB, CP di dasarkan pada usia mental yang ditentukan berdasarkan hasil penilaian.

Baca juga: 4 Tips Lolos Program Bangkit Kampus Merdeka (No 2 Wajib Tahu)

3. Satuan Pendidikan Kerja

Satuan Pendidikan Kerja (SPK) adalah program pelatihan kerja yang disediakan dalam Kurikulum Merdeka. Tujuan dari program ini adalah memberikan siswa dengan keterampilan praktis yang dapat membantu mereka memasuki pasar kerja. Siswa akan belajar tentang keterampilan dan pekerjaan yang mereka inginkan, dan mereka akan diberikan pelatihan untuk membantu mereka mencapai tujuan tersebut.

4. Alur Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Setelah menganalisis Hasil Belajar, guru kemudian harus membuat Learning Objective Flow (ATP). Alur Tujuan Pembelajaran adalah serangkaian tujuan pembelajaran yang di susun secara sistematis dan logis sesuai urutan pembelajaran dari awal hingga akhir fase. Learning Objective Flow (ATP) memiliki fungsi yang sama dengan Silabus pada kurikulum 2013, sebagai acuan perencanaan pembelajaran.

Selain itu, ATP berfungsi sebagai panduan bagi guru dan siswa untuk mencapai Hasil Belajar di akhir fase. Ada beberapa aspek operasional komponen Learning Objective Flow (ATP). Secara operasional, komponen Learning Objective dapat memuat tiga aspek, yaitu Kompetensi, Isi, dan Variasi.

Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran Menjelaskan urutan pengembangan kompetensi yang harus di kuasai mahasiswa Alur tujuan pembelajaran dalam satu fase menggambarkan cakupan linier dan tahapan pembelajaran dari awal hingga akhir fase. Alur tujuan pembelajaran untuk seluruh fase menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan pengembangan kompetensi antara fase dan level.

5. Modul Mengajar atau RPP Plus dalam Kurikulum Merdeka

Modul Mengajar menggantikan RPP pada Kurikulum 2013. Selain itu, modul pengajaran mirip dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun di lengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan penilaian untuk memeriksa apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. Singkatnya, modul pengajaran memiliki komponen yang lebih komprehensif daripada RPP.

istilah baru kurikulum merdeka
Istilah baru Kurikulum merdeka (sc: pixabay.com)

Namun, terdapat dua jenis modul ajar dalam Kurikulum 2022, yaitu Modul Pengajaran Umum untuk proses pembelajaran yang di perlukan bagi seluruh guru mata pelajaran, dan Modul Pengajaran Khusus untuk Pancasila

6. Portofolio Kompetensi

Portofolio kompetensi adalah cara baru untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam Kurikulum Merdeka. Siswa akan mengumpulkan bukti-bukti keterampilan dan kemampuan mereka dalam bentuk portofolio. Ini akan memungkinkan siswa untuk melihat kemajuan mereka dalam waktu dan memberikan cara yang lebih baik untuk mengukur kemampuan siswa daripada ujian tradisional.

7. Teaching at the Right Level (TaRL)

Teaching at the Right Level (TaRL) merupakan pendekatan pembelajaran yang didasarkan pada tingkat prestasi atau kemampuan peserta didik. Tidak seperti pendekatan tradisional yang berfokus pada tingkat kelas, TaRL berfokus pada tingkat kemampuan siswa, yang membedakannya. TaRL dapat menjadi jawaban atas permasalahan kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi di ruang kelas.

Mengajar di Tingkat Yang Tepat (TaRL) memungkinkan anak-anak untuk memperoleh keterampilan dasar, seperti membaca dan matematika, dengan cepat. Pengajaran di mulai pada tingkat anak, terlepas dari usia atau kelas mereka. Inilah yang di maksud dengan “Mengajar di Tingkat yang Tepat.” Metode TaRL yang di kembangkan oleh Pratham pada awalnya di rancang dengan anak-anak yang telah mencapai kelas III, IV, atau V sekolah dasar tetapi masih belum menguasai keterampilan dasar dalam pikiran. Fokusnya adalah membantu anak-anak dengan keterampilan membaca, pemahaman, ekspresi, dan matematika dasar.

8. Pembelajaran tematik

Pembelajaran tematik adalah metode pembelajaran yang menekankan pada penggunaan tema atau topik tertentu dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran tematik digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkolaborasi dan mengintegrasikan pengetahuan.

B. Tanya jawab seputar kurikulum merdeka

  1. Apa itu Kurikulum Merdeka?
  • Kurikulum Merdeka adalah sebuah konsep kurikulum yang memprioritaskan pembelajaran yang lebih fleksibel, kreatif, dan berbasis kebutuhan dan kepentingan siswa.
  1. Apa saja prinsip-prinsip yang mendasari Kurikulum Merdeka?
  • Beberapa prinsip yang mendasari Kurikulum Merdeka antara lain: kebebasan belajar, keadilan, partisipasi, keterlibatan masyarakat, dan kesetaraan.
  1. Apa manfaat dari penerapan Kurikulum Merdeka?
  • Penerapan Kurikulum Merdeka dapat memberikan kebebasan dan kreativitas dalam pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu, kurikulum ini dapat lebih relevan dengan kebutuhan dan kepentingan siswa serta mempromosikan keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan.
  1. Bagaimana Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum konvensional?
  • Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum konvensional karena lebih menitikberatkan pada kebebasan dan kreativitas siswa, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kepentingan dan bakat mereka. Kurikulum ini juga mempromosikan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran.
  1. Bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia?
  • Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia masih tergolong baru, namun beberapa sekolah telah mulai menerapkan konsep ini dengan cara menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pemerintah juga telah menyusun panduan dan pedoman pelaksanaan Kurikulum Merdeka bagi sekolah-sekolah yang ingin menerapkan konsep ini.

Demikian artikel tentang 8 istilah baru dalam kurikulum merdeka yang tidak ada di kurikulum 2013. jika ada saran atau komentar silakan klik kontak us atau berkomentar di bawah postingan ini. Untuk artikel lainnya mengenai tutorial produktif atau tutorial kreatif silakan kunjungi fernandabastian.com. Semoga bermanfaat, salam edukasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *