<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kurikulum merdeka Arsip - Fernanda Bastian</title>
	<atom:link href="https://www.fernandabastian.com/tag/kurikulum-merdeka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.fernandabastian.com/tag/kurikulum-merdeka/</link>
	<description>Pendidikan, Teknologi dan Website</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 May 2023 14:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2024/02/cropped-Fernandabastian.com_.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kurikulum merdeka Arsip - Fernanda Bastian</title>
	<link>https://www.fernandabastian.com/tag/kurikulum-merdeka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210439316</site>	<item>
		<title>Kerangka Kurikulum Merdeka: Inovasi Pendidikan Indonesia untuk Lebih Baik</title>
		<link>https://www.fernandabastian.com/kerangka-kurikulum-merdeka-inovasi-pendidikan-indonesia-untuk-lebih-baik/</link>
					<comments>https://www.fernandabastian.com/kerangka-kurikulum-merdeka-inovasi-pendidikan-indonesia-untuk-lebih-baik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fernanda Bastian]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 15:09:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kerangka kurikulum merdeka belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.fernandabastian.com/?p=2436</guid>

					<description><![CDATA[<p>fernandabastian.com &#8211; pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai kerangka kurikulum merdeka. Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan di masa depan. Namun, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami banyak tantangan selama bertahun-tahun, termasuk kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Indonesia meluncurkan program &#8220;Kerangka Kurikulum Merdeka&#8221;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/kerangka-kurikulum-merdeka-inovasi-pendidikan-indonesia-untuk-lebih-baik/">Kerangka Kurikulum Merdeka: Inovasi Pendidikan Indonesia untuk Lebih Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>fernandabastian.com</strong> &#8211; pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai kerangka kurikulum merdeka.  Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan di masa depan. Namun, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami banyak tantangan selama bertahun-tahun, termasuk kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Indonesia meluncurkan program &#8220;Kerangka Kurikulum Merdeka&#8221; yang bertujuan untuk menciptakan inovasi pendidikan Indonesia yang lebih baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa itu Kerangka Kurikulum Merdeka?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/03/SAMPUL-POSTINGAN-8-1.png?resize=1024%2C683&#038;ssl=1" alt="kerangka kurikulum merdeka" class="wp-image-2445" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/03/SAMPUL-POSTINGAN-8-1.png?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/03/SAMPUL-POSTINGAN-8-1.png?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/03/SAMPUL-POSTINGAN-8-1.png?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/03/SAMPUL-POSTINGAN-8-1.png?w=1350&amp;ssl=1 1350w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka Kurikulum Merdeka adalah program yang dirancang untuk menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga mengenai<strong> istilah baru dalam kurikulum merdeka</strong><a href="https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> disini</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka Kurikulum Merdeka adalah inovasi pendidikan terbaru di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan. Program ini memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa mereka dan kebutuhan industri di wilayah mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka Kurikulum Merdeka juga menempatkan lebih banyak penekanan pada pengembangan kreativitas, kemampuan sosial, dan kepribadian siswa, selain keterampilan akademis mereka. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan yang semakin kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini juga menekankan pada peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung implementasi kurikulum yang lebih baik. Dalam jangka panjang, diharapkan bahwa program ini akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pemerintah akan memberikan dukungan dan bimbingan kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum mereka sendiri, serta menjamin bahwa kurikulum yang dikembangkan memenuhi standar pendidikan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan, siswa Indonesia akan lebih siap untuk berkompetisi di pasar kerja global dan memenuhi kebutuhan industri internasional. Kurikulum Merdeka akan membantu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global dan membantu menciptakan generasi muda yang lebih siap untuk menghadapi masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Mengenal Kerangka Kurikulum Merdeka Belajar</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka Kurikulum Merdeka Belajar adalah paradigma baru dalam proses praktik pembelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia. Paradigma ini bertumpu pada peserta didik sebagai pusat perhatian, dan pada peran pendidik sebagai fasilitator. Pendidik berperan dalam memahami dan mengenal peserta didik, sehingga mereka dapat menjadi pembelajar yang aktif dan berkarakter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, peserta didik diberikan kebebasan untuk berinisiatif, berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik baik kepada diri sendiri, peserta didik lain, dan pendidik. Siklus pembelajaran diawali dengan pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen, sehingga para peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasan pada para pendidik dalam merancang pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila juga berperan penting dalam mewujudkan paradigma baru ini, karena memandu dan menentukan arah kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan asesmen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Distribusi peran dalam mewujudkan paradigma baru ini terbagi menjadi peran pemerintah dan peran satuan pendidikan. Pemerintah berperan dalam menyiapkan dan menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan inspirasi dalam pembelajaran. Sedangkan satuan pendidikan diberi kemerdekaan untuk memilih atau memodifikasi contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar yang tersedia atau membuat sendiri sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi dan misi serta tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran. Satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan oleh Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Keuntungan dari Kerangka Kurikulum Merdeka</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini memiliki beberapa keuntungan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Kurikulum yang lebih relevan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan akan membantu siswa untuk mempersiapkan diri secara lebih baik untuk pekerjaan di masa depan. Dengan memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, program ini akan memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan di setiap sekolah relevan dengan kebutuhan siswa mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Pengembangan kreativitas dan kemampuan siswa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kurikulum yang fleksibel akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dan kemampuan mereka yang lain. Siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan menjadi lebih terlibat dalam proses pembelajaran, karena mereka dapat memilih pelajaran yang lebih sesuai dengan minat dan keinginan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Peningkatan kualitas pengajaran</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, program ini akan memotivasi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik dan lebih menarik bagi siswa mereka. Guru akan memiliki kebebasan untuk mengembangkan bahan ajar mereka sendiri dan menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Penekanan pada kemampuan sosial dan kepribadian</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial dan kepribadian siswa, selain keterampilan akademis mereka. Kurikulum yang lebih fleksibel akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan keterampilan komunikasi, yang merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan dan karir mereka di masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Peningkatan daya saing global</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan, program ini akan membantu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Siswa akan lebih siap untuk berkompetisi di pasar kerja global dan memenuhi kebutuhan industri internasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Implementasi Kerangka Kurikulum Merdeka</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia, dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Setiap sekolah akan memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa mereka dan kebutuhan industri di wilayah mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah akan memberikan dukungan dan bimbingan kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum mereka, serta menjamin bahwa kurikulum yang dikembangkan memenuhi standar pendidikan nasional. Selain itu, program ini juga akan menempatkan lebih banyak penekanan pada pelatihan guru dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung implementasi kurikulum yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<h2 class="wp-block-heading">FAQ</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Apa bedanya Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum mereka sendiri, sementara kurikulum sebelumnya memiliki kurikulum yang terpusat dan lebih baku. Kurikulum Merdeka juga menempatkan lebih banyak penekanan pada pengembangan kreativitas, kemampuan sosial, dan kepribadian siswa, selain keterampilan akademis mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Bagaimana sekolah dapat mengembangkan kurikulum mereka sendiri?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sekolah dapat mengembangkan kurikulum mereka sendiri dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa mereka dan kebutuhan industri di wilayah mereka. Mereka dapat mengembangkan bahan ajar mereka sendiri dan menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Apa manfaat dari pengembangan kreativitas siswa?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan kreativitas siswa akan membantu mereka untuk menjadi lebih inovatif dan dapat memecahkan masalah dengan lebih efektif di masa depan. Keterampilan kreativitas juga merupakan keterampilan yang sangat penting dalam dunia kerja saat ini dan masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Apa manfaat dari penekanan pada kemampuan sosial dan kepribadian?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penekanan pada kemampuan sosial dan kepribadian akan membantu siswa untuk menjadi lebih terampil dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Keterampilan ini juga sangat penting dalam kehidupan dan karir mereka di masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Apa dampak dari Kurikulum Merdeka pada daya saing Indonesia?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kurikulum Merdeka akan membantu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Dengan mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan, siswa Indonesia akan lebih siap untuk berkompetisi di pasar kerja global dan memenuhi kebutuhan industri internasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/kerangka-kurikulum-merdeka-inovasi-pendidikan-indonesia-untuk-lebih-baik/">Kerangka Kurikulum Merdeka: Inovasi Pendidikan Indonesia untuk Lebih Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fernandabastian.com/kerangka-kurikulum-merdeka-inovasi-pendidikan-indonesia-untuk-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2436</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peta Kompetensi Kurikulum Merdeka (Penjelasan Lengkap)</title>
		<link>https://www.fernandabastian.com/peta-kompetensi-kurikulum-merdeka-penjelasan-lengkap/</link>
					<comments>https://www.fernandabastian.com/peta-kompetensi-kurikulum-merdeka-penjelasan-lengkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fernanda Bastian]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2023 11:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum 2013]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[peta kompetensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.fernandabastian.com/?p=2080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fernandabastian.com – Sobat Edu, setelah pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka ada beberapa istilah baru yang harus kamu tahu. Nah untuk itu, Pada artikel kali ini kami akan membahas peta kompetensi kurikulum merdeka. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut. Baca juga: 8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013 A.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/peta-kompetensi-kurikulum-merdeka-penjelasan-lengkap/">Peta Kompetensi Kurikulum Merdeka (Penjelasan Lengkap)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Fernandabastian.com</strong> – Sobat Edu, setelah pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka ada beberapa istilah baru yang harus kamu tahu. Nah untuk itu, Pada artikel kali ini kami akan membahas peta kompetensi kurikulum merdeka. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/">8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">A. Peta Kompetensi </h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=1024%2C683&#038;ssl=1" alt="Peta kompetensi kurikulum merdeka" class="wp-image-2083" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=840%2C560&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=120%2C80&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=360%2C240&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-6-1.png?w=1530&amp;ssl=1 1530w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu di ketahui, bahwa Peta Kompetensi <a href="https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kurikulum Merdeka</a> adalah salah satu aspek penting dari perubahan kurikulum yang sedang berlangsung di Indonesia. Peta ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi yang harus di miliki oleh siswa pada setiap jenjang pendidikan, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Selain itu, Peta kompetensi ini di harapkan dapat membantu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peta Kompetensi pada Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013, yang hanya menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pada Kurikulum Merdeka memiliki peta kompetensinya lebih luas  dengan menyertakan aspek-aspek penting yang sebelumnya tidak tercakup, seperti karakter dan keterampilan hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Kurikulum Merdeka, setiap kompetensi di tunjukkan dengan ikon yang berbeda-beda. Ada 12 ikon yang di gunakan dalam Peta Kompetensi ini, yaitu: literasi, numerasi, sains, teknologi, seni, keterampilan hidup, kewarganegaraan, lingkungan hidup, multibudaya, kesehatan dan kebugaran, karakter, dan kewirausahaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">B. Domain kompetensi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?resize=880%2C495&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-2081" width="880" height="495" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/physics-3154920_1920.jpg?w=1920&amp;ssl=1 1920w" sizes="(max-width: 880px) 100vw, 880px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peta kompetensi kurikulum merdeka (sc: pixabay.com)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Peta Kompetensi yang di gunakan pada Kurikulum Merdeka mencakup empat domain kompetensi, yaitu domain kognitif, domain afektif, domain psikomotor, dan domain karakter. Domain kognitif meliputi kompetensi dalam ranah pengetahuan dan pemahaman, domain afektif mencakup kompetensi dalam ranah sikap, empati, dan moral, domain psikomotor mencakup kompetensi dalam ranah keterampilan, sedangkan domain karakter mencakup kompetensi dalam ranah karakter positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem Peta Kompetensi ini membantu guru dan siswa memahami kebutuhan dan harapan kompetensi yang harus di capai pada setiap jenjang pendidikan. Siswa dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui program pembelajaran yang di rancang khusus untuk memenuhi kompetensi tersebut. Dalam hal ini, guru memiliki peran penting dalam mengembangkan program pembelajaran yang memenuhi kebutuhan siswa dan memastikan bahwa mereka memperoleh kompetensi yang di perlukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan Peta Kompetensi, di harapkan siswa akan mampu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang di butuhkan untuk menjadi warga negara yang kompeten dan berkarakter. Selain itu Peta Kompetensi ini juga di harapkan dapat membantu Indonesia untuk mencapai sasaran dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menciptakan masyarakat yang berkelanjutan, sejahtera, dan inklusif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">C. Informasi Tambahan</h2>



<p class="wp-block-paragraph" id="block-6fcd6db6-c30e-4056-8517-c2f53ddb660c">Penulis berharap melalui artikel di website ini bisa memberi manfaat kepada orang-orang yang ingin produktif. Juga bisa membantu mereka yang membutuhkan pengetahuan baru untuk lebih berkembang dari sisi teknologi. Serta bisa membantu sobat sekalian dalam sisi pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph" id="block-7710f8b0-6226-403b-b4a6-eff554806e3e">Demikian artikel tentang peta kompetensi kurikulum merdeka. jika ada saran atau komentar silakan klik kontak us atau berkomentar di bawah postingan ini. Untuk artikel lainnya mengenai tutorial produktif atau tutorial kreatif silakan kunjungi <a href="https://www.fernandabastian.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">fernandabastian.com</a>. Semoga bermanfaat, salam edukasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/peta-kompetensi-kurikulum-merdeka-penjelasan-lengkap/">Peta Kompetensi Kurikulum Merdeka (Penjelasan Lengkap)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fernandabastian.com/peta-kompetensi-kurikulum-merdeka-penjelasan-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013</title>
		<link>https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/</link>
					<comments>https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fernanda Bastian]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2023 04:51:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[istilah baru dalam kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[istilah baru kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[istilah baru kurikulum merdeka belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum 2013]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.fernandabastian.com/?p=2075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fernandabastian.com – Istilah baru dalam kurikulum merdeka. Sobat edu, setelah pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka ada beberapa istilah baru yang harus kamu tahu. Nah untuk itu, Pada artikel kali ini kami akan membahas 8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013 . Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut. A.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/">8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Fernandabastian.com</strong> – <strong>Istilah baru dalam kurikulum merdeka.</strong> Sobat edu, setelah pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka ada beberapa istilah baru yang harus kamu tahu. Nah untuk itu, Pada artikel kali ini kami akan membahas 8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013 . Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">A. Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Belajar</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=1024%2C683&#038;ssl=1" alt="8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka" class="wp-image-2077" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=840%2C560&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=120%2C80&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=360%2C240&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5-1.png?w=1440&amp;ssl=1 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Istilah baru dalam Kurikulum merdeka</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kurikulum Merdeka atau Kurikulum 2022 mencakup beberapa istilah baru yang tidak ada dalam kurikulum 2013. Istilah-istilah baru dan populer ini akan sering di temui oleh guru dalam penyusunan dan implementasi Kurikulum 2022. Berikut beberapa istilah baru dalam Kurikulum 2022 yang tidak ada pada kurikulum 2013:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Artikel terkait:</strong> <a href="https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/">Pembelajaran Case Method Untuk Kurikulum Merdeka</a></p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">1. Peta Kompetensi </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Peta kompetensi adalah salah satu istilah baru yang diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka. Ini adalah alat yang digunakan untuk membantu siswa memahami kemampuan dan keterampilan apa yang harus mereka capai dalam proses belajar. Dalam peta kompetensi, siswa akan melihat tujuan akhir dari pembelajaran dan tingkat keberhasilan yang harus dicapai pada setiap tahapnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">2. Capaian Pembelajaran </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Hasil Belajar menggantikan KI dan KD pada kurikulum 2013. Mereka mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai keseluruhan proses yang berkelanjutan dan berkelanjutan, membangun kompetensi yang komprehensif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam format CP, tidak ada lagi pemisahan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap seperti dalam KI dan KD, tetapi penggabungan dan integrasi ke dalam satu paragraf lengkap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil Belajar untuk Setiap Fase: Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi umum. Selanjutnya dipecah menjadi hasil belajar sesuai dengan unsur-unsur yang di petakan berdasarkan perkembangan siswa. Pembagian fase dalam CP dapat di ilustrasikan sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Tahap A: Umumnya untuk SD kelas 1-2</li>



<li>Tahap B: Umumnya untuk SD kelas 3-4</li>



<li>Tahap C: Umumnya untuk SD kelas 5-6</li>



<li>Tahap D: Umumnya untuk SMP kelas 7-9</li>



<li>Tahap E: Umumnya untuk kelas 10 SMA</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk SLB, CP di dasarkan pada usia mental yang ditentukan berdasarkan hasil penilaian. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:<em> </em></strong><a href="https://www.fernandabastian.com/4-tips-lolos-program-bangkit-kampus-merdeka-no-2-wajib-tahu/">4 Tips Lolos Program Bangkit Kampus Merdeka (No 2 Wajib Tahu)</a></p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">3. Satuan Pendidikan Kerja </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Satuan Pendidikan Kerja (SPK) adalah program pelatihan kerja yang disediakan dalam Kurikulum Merdeka. Tujuan dari program ini adalah memberikan siswa dengan keterampilan praktis yang dapat membantu mereka memasuki pasar kerja. Siswa akan belajar tentang keterampilan dan pekerjaan yang mereka inginkan, dan mereka akan diberikan pelatihan untuk membantu mereka mencapai tujuan tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">4. Alur Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menganalisis Hasil Belajar, guru kemudian harus membuat Learning Objective Flow (ATP). Alur Tujuan Pembelajaran adalah serangkaian tujuan pembelajaran yang di susun secara sistematis dan logis sesuai urutan pembelajaran dari awal hingga akhir fase. Learning Objective Flow (ATP) memiliki fungsi yang sama dengan Silabus pada kurikulum 2013, sebagai acuan perencanaan pembelajaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ATP berfungsi sebagai panduan bagi guru dan siswa untuk mencapai Hasil Belajar di akhir fase. Ada beberapa aspek operasional komponen Learning Objective Flow (ATP). Secara operasional, komponen Learning Objective dapat memuat tiga aspek, yaitu Kompetensi, Isi, dan Variasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kriteria Alur Tujuan Pembelajaran Menjelaskan urutan pengembangan kompetensi yang harus di kuasai mahasiswa Alur tujuan pembelajaran dalam satu fase menggambarkan cakupan linier dan tahapan pembelajaran dari awal hingga akhir fase. Alur tujuan pembelajaran untuk seluruh fase menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang menggambarkan tahapan pengembangan kompetensi antara fase dan level.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">5. Modul Mengajar atau RPP Plus dalam Kurikulum Merdeka </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Modul Mengajar menggantikan RPP pada Kurikulum 2013. Selain itu, modul pengajaran mirip dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun di lengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan penilaian untuk memeriksa apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. Singkatnya, modul pengajaran memiliki komponen yang lebih komprehensif daripada RPP.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=1024%2C683&#038;ssl=1" alt="istilah baru kurikulum merdeka" class="wp-image-2078" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=1536%2C1024&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=840%2C560&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=120%2C80&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=360%2C240&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/laptop-3196481_1920.jpg?w=1920&amp;ssl=1 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Istilah baru Kurikulum merdeka (sc: pixabay.com)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, terdapat dua jenis modul ajar dalam Kurikulum 2022, yaitu Modul Pengajaran Umum untuk proses pembelajaran yang di perlukan bagi seluruh guru mata pelajaran, dan Modul Pengajaran Khusus untuk Pancasila</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">6. Portofolio Kompetensi </h3>



<p class="wp-block-paragraph">Portofolio kompetensi adalah cara baru untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam Kurikulum Merdeka. Siswa akan mengumpulkan bukti-bukti keterampilan dan kemampuan mereka dalam bentuk portofolio. Ini akan memungkinkan siswa untuk melihat kemajuan mereka dalam waktu dan memberikan cara yang lebih baik untuk mengukur kemampuan siswa daripada ujian tradisional.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">7. Teaching at the Right Level (TaRL)</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Teaching at the Right Level (TaRL) merupakan pendekatan pembelajaran yang didasarkan pada tingkat prestasi atau kemampuan peserta didik. Tidak seperti pendekatan tradisional yang berfokus pada tingkat kelas, TaRL berfokus pada tingkat kemampuan siswa, yang membedakannya. TaRL dapat menjadi jawaban atas permasalahan kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi di ruang kelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengajar di Tingkat Yang Tepat (TaRL) memungkinkan anak-anak untuk memperoleh keterampilan dasar, seperti membaca dan matematika, dengan cepat. Pengajaran di mulai pada tingkat anak, terlepas dari usia atau kelas mereka. Inilah yang di maksud dengan &#8220;Mengajar di Tingkat yang Tepat.&#8221; Metode TaRL yang di kembangkan oleh Pratham pada awalnya di rancang dengan anak-anak yang telah mencapai kelas III, IV, atau V sekolah dasar tetapi masih belum menguasai keterampilan dasar dalam pikiran. Fokusnya adalah membantu anak-anak dengan keterampilan membaca, pemahaman, ekspresi, dan matematika dasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-medium-font-size">8. Pembelajaran tematik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelajaran tematik adalah metode pembelajaran yang menekankan pada penggunaan tema atau topik tertentu dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran tematik digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkolaborasi dan mengintegrasikan pengetahuan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">B. Tanya jawab seputar kurikulum merdeka</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>Apa itu Kurikulum Merdeka?</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kurikulum Merdeka adalah sebuah konsep kurikulum yang memprioritaskan pembelajaran yang lebih fleksibel, kreatif, dan berbasis kebutuhan dan kepentingan siswa.</li>
</ul>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Apa saja prinsip-prinsip yang mendasari Kurikulum Merdeka?</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li>Beberapa prinsip yang mendasari Kurikulum Merdeka antara lain: kebebasan belajar, keadilan, partisipasi, keterlibatan masyarakat, dan kesetaraan.</li>
</ul>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Apa manfaat dari penerapan Kurikulum Merdeka?</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li>Penerapan Kurikulum Merdeka dapat memberikan kebebasan dan kreativitas dalam pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu, kurikulum ini dapat lebih relevan dengan kebutuhan dan kepentingan siswa serta mempromosikan keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan.</li>
</ul>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Bagaimana Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum konvensional?</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum konvensional karena lebih menitikberatkan pada kebebasan dan kreativitas siswa, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kepentingan dan bakat mereka. Kurikulum ini juga mempromosikan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran.</li>
</ul>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia?</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li>Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia masih tergolong baru, namun beberapa sekolah telah mulai menerapkan konsep ini dengan cara menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pemerintah juga telah menyusun panduan dan pedoman pelaksanaan Kurikulum Merdeka bagi sekolah-sekolah yang ingin menerapkan konsep ini.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph" id="block-7710f8b0-6226-403b-b4a6-eff554806e3e">Demikian artikel tentang 8 istilah baru dalam kurikulum merdeka yang tidak ada di kurikulum 2013. jika ada saran atau komentar silakan klik kontak us atau berkomentar di bawah postingan ini. Untuk artikel lainnya mengenai tutorial produktif atau tutorial kreatif silakan kunjungi&nbsp;<a href="https://www.fernandabastian.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">fernandabastian.com</a>. Semoga bermanfaat, salam edukasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/">8 Istilah Baru Dalam Kurikulum Merdeka Yang Tidak Ada Di Kurikulum 2013</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fernandabastian.com/8-istilah-baru-dalam-kurikulum-merdeka-yang-tidak-ada-di-kurikulum-2013/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Case Method Untuk Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/</link>
					<comments>https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fernanda Bastian]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2023 17:05:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[case method]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[model pembelajaran kurikulum merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran case method]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.fernandabastian.com/?p=2030</guid>

					<description><![CDATA[<p>fernandabastian.com – sobat edukasi, apakah kamu seorang akademisi yang mencari metode belajar yang cocok dengan kurikulum merdeka? maka artikel ini akan berikan solusinya. Pada artikel kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai pembelajaran case method untuk kurikulum merdeka. Ada dua jenis pembelajaran yang di sarankan oleh Kemendikbud agar di gunakan di kurikulum merdeka, yaitu pembelajaran case</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/">Pembelajaran Case Method Untuk Kurikulum Merdeka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>fernandabastian.com</strong> – sobat edukasi, apakah kamu seorang akademisi yang mencari metode belajar yang cocok dengan kurikulum merdeka? maka artikel ini akan berikan solusinya. Pada artikel kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai pembelajaran <em>case method</em> untuk kurikulum merdeka. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada dua jenis pembelajaran yang di sarankan oleh<a href="https://www.kemdikbud.go.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Kemendikbud </a>agar di gunakan di kurikulum merdeka, yaitu pembelajaran <em>case method</em> dan <em>team base project</em>. Kedua pembelajaran ini cocok untuk di gunakan dalam kurikulum merdeka karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. sehingga pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai pembelajaran<em> case method</em>. jadi simak penjelasan lengkapnya.</p>



<h2 class="has-medium-font-size wp-block-heading">A. Pengertian<em> Case Method</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=1024%2C683&#038;ssl=1" alt="pembelajaran case method pada kurikulum merdeka" class="wp-image-2032" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=1024%2C683&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=840%2C560&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=120%2C80&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=360%2C240&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/Blue-Modern-School-Admission-Banner-Landscape-72-%C3%97-18-inci-1280-%C3%97-720-piksel-720-%C3%97-480-piksel-5.png?w=1440&amp;ssl=1 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">pembelajaran <em>case method </em>(Sc: Canva.com)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Case method</em> adalah suatu teknik pengajaran yang melibatkan pemecahan masalah di dalam sebuah situasi yang menyerupai kasus nyata (case). Dalam pembelajaran dengan metode ini, peserta didik diberikan sebuah kasus nyata yang mengandung sebuah masalah atau tantangan, dan diharapkan untuk mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Metode ini juga membantu peserta didik memperoleh pemahaman dari kasus melalui pemikiran kritis, kolaborasi, dan komunikasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://www.fernandabastian.com/cara-buat-materi-ajar-yang-menarik/">CARA BUAT MATERI AJAR YANG MENARIK UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu menurut Werdiningsih et. al (2021) dalam buku pembelajaran aktif dengan <em>case method </em>bahwa <em>Case Method</em> atau yang di kenal dengan metode kasus adalah pendekatan pembelajaran partisipatif yang menggunakan percakapan atau diskusi untuk memecahkan masalah. Penggunaan strategi ini akan mempertajam dan memperkuat kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, Kerja tim dan kreativitas.</p>



<h2 class="has-medium-font-size wp-block-heading">B. Karakteristik <em>Case Method</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam (Kemendikbud, 2020) ada beberapa kriteria pembelajaran <em>case method</em> di antaranya: </p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Peserta didik berperan sebagai &#8220;protagonis&#8221; (pemeran utama) yang berusaha untuk memecahkan kasus<br>2. Peserta didik melakukan analisis terhadap kasus untuk memberi solusi, rekomendasi solusi dengan diskusi kelompok untuk menguji dan mengembangkan rancangan solusi<br>3. Peserta didik berdiskusi secara aktif, <br>4. Guru berperan sebagai fasilitator yang bertugas mengobservasi, memberi pertanyaan, dan mengarahkan diskusi</p>



<h2 class="has-medium-font-size wp-block-heading">C. Langkah-Langkah Pembelajaran <em>Case Method</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di jelaskan pula oleh Dr. Nofrion, M. Pd (2022) selaku kepala LP3M Universitas Negeri Padang bahwa ada beberapa langkah dalam pembelajaran <em>Case Method </em>di antaranya yaitu:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Pendidik menyiapkan bahan ajar yang diperlukan siswa untuk membahas kasus, merumuskan ide/gagasan/solusi dan mencapai Sub materi<br>2. Pendidik menyiapkan kasus yang relevan dengan pencapaian Sub materi<br>3. Siswa secara mandiri <strong><em>(individual activity</em></strong>) mempelajari bahan ajar/referensi yang telah disediakan pendidik di LMS dan membuat ringkasan/kata kunci/pokok materi.<br>4. Pendidik membuka perkuliahan (orientasi, apersepsi, motivasi).<br>5. Pendidik membagi siswa ke dalam kelompok (4 orang per kelompok berdasarkan pertimbangan heterogenitas).<br>6. Pendidik menampilkan/membagikan <strong><em>“case”. </em></strong>Bentuk kasus yang diberikan bisa dalam bentuk video/foto/berita/artikel/esai/laporan/narasi dan lain-lain</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=1024%2C682&#038;ssl=1" alt="pembelajaran case method" class="wp-image-2031" srcset="https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=840%2C560&amp;ssl=1 840w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=120%2C80&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=360%2C240&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/www.fernandabastian.com/wp-content/uploads/2023/02/pexels-katerina-holmes-5905955.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penerapan Case Method ( Sc: Pexels.com)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">7. Pendidik menjelaskan kegiatan dalam kelompok dan aspek yang dinilai yaitu partisipasi siswa dalam kelompok/kelas saat membahas kasus dan melahirkan gagasan/solusi.<br>8. Siswa membahas kasus dalam kelompok. Durasi pembahasan kasus diatur oleh pendidik dengan memperhatikan waktu yang tersedia.<br>9. Pendidik mengobservasi aktivitas di dalam kelompok<br>10. Setelah waktu pembahasan kasus di dalam kelompok selesai maka pendidik meminta siswa menyampaikan ide/gagasan/solusinya.<br>11. Pendidik memperhatikan durasi siswa mempresentasikan ide/gagasan/solusinya (IGAS). Jika waktu telah habis maka presentasi dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Artikel terkait: </strong><a href="https://www.fernandabastian.com/contoh-pembelajaran-case-method-dalam-fisika-dengan-media-konvensional/">CONTOH PEMBELAJARAN CASE METHOD DALAM FISIKA DENGAN MEDIA KONVENSIONAL</a></p>



<h2 class="has-medium-font-size wp-block-heading">D. Manfaat <em>Case Method</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan case method antara lain:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Kemampuan analisis dan evaluasi<br>Pada pembelajaran Case method dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis situasi, dan mengevaluasi opsi yang ada. Peserta didik di harapkan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi yang tersedia, dan mengevaluasi opsi yang ada sebelum mengambil keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Kemampuan berpikir kritis<br> Dalam case method, peserta didik di hadapkan pada situasi yang kompleks dan sulit, sehingga mereka harus menggunakan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tantangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Kemampuan bekerja sama<br>Dalam pembelajaran dengan metode ini, peserta didik bekerja secara tim untuk menganalisis kasus, dan mencari solusi. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan bekerja sama dan kolaborasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Peningkatan pemahaman terhadap situasi nyata<br>Dengan menggunakan kasus nyata, peserta didik dapat memahami lebih baik tentang situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan, sehingga mereka siap untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">5. Pengembangan kemampuan presentasi dan komunikasi<br>Peserta didik diharapkan untuk mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka kepada kelompok atau kelas. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan presentasi dan komunikasi mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan case method dapat di gunakan di berbagai bidang, seperti bisnis, hukum, kesehatan, teknologi, dan lain-lain. selain itu, Metode ini memungkinkan peserta didik untuk belajar dari pengalaman nyata dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.</p>



<h2 class="has-medium-font-size wp-block-heading">E. Informasi Tambahan</h2>



<p class="wp-block-paragraph" id="block-6fcd6db6-c30e-4056-8517-c2f53ddb660c">Penulis berharap melalui artikel di website ini bisa memberi manfaat kepada orang-orang yang ingin produktif. Juga Bisa membantu mereka yang membutuhkan pengetahuan baru untuk lebih berkembang dari sisi teknologi. Serta bisa membantu sobat sekalian dalam sisi pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph" id="block-7710f8b0-6226-403b-b4a6-eff554806e3e">Demikian artikel tentang pembelajaran case method untuk kurikulum merdeka, jika ada saran atau komentar silakan klik kontak us atau berkomentar di bawah postingan ini. Untuk Artikel lainnya mengenai tutorial produktif atau tutorial kreatif silakan kunjungi <a href="https://www.fernandabastian.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">fernandabastian.com</a>. Semoga bermanfaat, salam edukasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi:</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Kemendikbud. 2020. <em>Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor</em> 754 lPl/2O2O. : 4<br>2. Nofrion, N. (2022). PENERAPAN CASE METHOD DAN TEAM BASED PROJECT DALAM PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI. <em>https://osf.io</em><br>3. Werdiningsih, Dyah. 2021. <em>Pembelajaran Aktif Dengan Case Method. </em>Malang: Literasi Nusarantara Abadi</p>
<p>Artikel <a href="https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/">Pembelajaran Case Method Untuk Kurikulum Merdeka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.fernandabastian.com">Fernanda Bastian</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fernandabastian.com/pembelajaran-case-method-untuk-kurikulum-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2030</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 15/121 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 8/52 queries in 0.102 seconds using Redis

Served from: www.fernandabastian.com @ 2026-06-28 03:44:14 by W3 Total Cache
-->